PEMBINAAN KESISWAAN DI SMA MTA SURAKARTA

2017-07-21 04:09    Admin    0 Comments  

Tutut Kumoro Wibowo, S.Pd. Wakasek Kesiswaan SMA MTA Surakarta

Salah satu pertimbangan yayasan MTA mendirikan SMA MTA Surakarta adalah sebagai bagian dari dakwah Islam dalam bidang pendidikan untuk membina seluruh potensi peserta didik sebagai makhluk yang beriman dan bertaqwa, berfikir, dan berkarya untuk kemaslahatan diri dan lingkungannya.

Sekolah Menengah Atas MTA Surakarta  sebagai sekolah yang berada di bawah naungan yayasan yang bergerak di bidang dakwah, maka SMA MTA Surakarta dalam menerima peserta didik baru tidak mendasarkan semata-mata dari kemampuan akademis, tetapi lebih menekankan pada kesiapan siswa untuk dididik berdasarkan  tuntunan Allah dan Rosul-Nya. Untuk melihat minat dan kesiapan siswa dan orang tua maka pada penerimaan siswa baru dilakukan tes wawancara baik terhadap calon siswa dan juga terhadap orang tua atau wali siswa. Tes wawancara digunakan untuk mengetahui minat siswa dan menggali kebiasaan siswa yang masih kurang bagus, yang nantinya digunakan untuk perbaikan pada waktu  menjadi siswa SMA MTA Surakarta.

Melihat kondisi siswa SMA MTA Surakarta banyak berasal dari berbagai daerah, dimana sebagian besar dari mereka kost di sekitar sekolah maka Yayasan MTA mengambil suatu kebijakan dengan menyediakan asrama. Dengan adanya asrama maka semua siswa yang berasal dari luar daerah tidak diperkenankan kost tetapi wajib tinggal di asrama. Sedangkan untuk siswa yang berasal dari kota Surakarta atau sekitar kota Surakarta radius 10 km dari sekolah masih diperbolehkan tinggal bersama orang tuanya.

Pembinaan Akhlak

Pendidikan nasional Indonesia mulai menempatkan kembali karakter sebagai ruh atau dimensi terdalam pendidikan nasional berdampingan dengan intelektualitas yang tercermin dalam kompetensi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah ditegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Selanjutnya, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional tersurat berbagai kompetensi yang bersangkutan dengan karakter di samping intelektualitas. Hal tersebut menandakan bahwa sesungguhnya pendidikan bertugas mengembangkan karakter sekaligus intelektualitas berupa kompetensi peserta didik.

Visi yang dicanangkan seksi pendidikan Majlis Tafsir Al Qur’an adalah mewujudkan generasi Islam yang berakhlaq mulia dan memiliki daya saing unggul berasaskan akidah yang kuat dan pengamalan syariat yang lurus. Untuk menyelaraskan dari apa yang digariskan, maka SMA MTA memiliki visi “Terwujudnya generasi Islam yang berakhlaq, berilmu, dan berprestasi”.

Pelaksanaan pembinaan kesiswaan mengacu apa yang disebutkan di dalam tujuan pendidikan Nasional, Visi Yayasan dalam hal ini seksi pendidikan dan Visi sekolah. Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan mengacu pada aturan yang ada yang telah ditetapkan dari pemerintah maupun apa yang ada di sekolah. Beberapa kegiatan yang mengarah kepada peningkatan akhlaqul karimah antara lain berupa melibatkan peserta didik dalam pengajian dan kegiatan yang dilaksanakan yayasan, kegiatan kemasyarakatan semisal donor darah dan kerja bakti, kegiatan sekolah maupun asrama baik itu kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

Pembinaan Siswa yang mengalami masalah

Pada dasarnya, pembinaan kesiswaan di sekolah merupakan tanggung jawab semua tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (karyawan). Guru Mapel bertanggung jawab atas terselenggaranya pembinaan kesiswaan di sekolah secara umum dan secara khusus terpadu dalam setiap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Begitu juga guru yang bertugas sebagai wali kelas diharapkan segera tanggap terhadap permasalahan di kelas yang diampu. Guru BK (Bimbingan Konseling) membimbing dan mengarahkan kegiatan pengembangan diri dan memberikan konseling kepada para peserta didik. Karyawan juga tak kurang pentingnya dalam pembinaan kesiswaan dalam tugas keseharian yang berhadapan langsung dengan peserta didik. Apalagi di SMA MTA Surakarta yang berasrama, peran pengasuh dan Pembina asrama dalam memantau, mendampingi kegiatan peserta didik juga penting.

Ada permasalahan yang dialami oleh peserta didik, misalnya, pelanggaran terhadap tata tertib, permasalahan pribadi, hubungan antar teman, kesulitan belajar, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut muncul dalam perkembangan siswa sewaktu mereka di lingkungan sekolah, dan perlu untuk pemecahan atau penyelesaian permasalahannya. Karena itu komunikasi yang baik, motifatif dan efektif diusahakan disampaikan kepada siswa. Mereka adalah  subjek utama yang menentukan permasalahan yang dialami bisa terselesaikan.

Komunikasi dengan orang tua yang baik dalam menyelesaikan permasalahan peserta didik dikedepankan untuk kepentingan para peserta didik di masa depan. Orang tua memegang peranan penting bagi solusi dalam pembinaan putra-putrinya. Kesediaan dan peran aktif orang tua untuk pemecahan masalah yang dialami siswa merupakan salah satu kunci dalam pembinaan siswa.

Konsultasi ke pihak yayasan dalam hal ini seksi pendidikan juga dilakukan untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan permasalahan yang dialami peserta didik untuk mencari format dan solusi terbaik yang melibatkan kepentingan siswa.

Pembinaan Kompetensi Siswa

Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008: Tentang Pembinaan Kesiswaan Pasal 1: Tujuan pembinaan kesiswaan: a. Mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas;  b. Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan; c. Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat; d. Menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil society).

Materi pembinaan kesiswaan meliputi : a. Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; b. Budi pekerti luhur atau akhlak mulia;  c. Kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara; d. Prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat; e. Demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural; f. Kreativitas, keterampilan, dan kewirausahaan; g. Kualitas jasmani, kesehatan, dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi ; h. Sastra dan budaya; i. Teknologi informasi dan komunikasi; j. Komunikasi dalam bahasa Inggris.

Kegiatan yang berkaitan materi di atas dilaksanakan oleh para peserta didik dalam suatu bentuk organisasi siswa intra sekolah (OSIS) yang merupakan organisasi resmi di sekolah dan tidak ada hubungan organisatoris dengan organisasi kesiswaan di sekolah lain.

.

Ekstrakurikuler

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran biasa (di luar intrakurikuler), yang aktivitas/materinya juga di luar materi intrakurikuler, berfungsi menyalurkan dan mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya, memperluas pengetahuan, belajar bersosilisasi, menambah keterampilan, mengisi waktu luang, dan lain sebagainya, bisa dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah.

Pasal 3 Undang–undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional  menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi murid. Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Selanjutnya dalam Pasal 12 ayat (1b) menyatakan bahwa setiap murid pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendididkan yang sesuai dengan bakatnya, minat, dan kemampuan.

Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya.

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk: “mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan”.

Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi peserta didik sesuai bakat dan minat peserta didik. Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan di satuan pendidikan dilakukan melalui tahapan: (1) analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler; (2) identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik; (3) menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan; (4) mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya; (5) menyusun Program Kegiatan Ekstrakurikuler.

Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA MTA Surakarta:

 

  1. Sepak Bola
  2. Gema (Jurnalistik)
  3. Rohis (Kerohanian Islam)
  4. Pencak Silat – Tapak Suci
  5. Orsesi
  6. Bulu Tangkis
  7. PMR (Palang Merah Remaja)
  8. KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)
  9. PKS (Patroli Keamanan Sekolah)
  10. Bola Volly
  11. Desain Grafis
  12. Pramuka
  13. Palasta
  14. Karate
  15. Sinematografi
  16. Karawitan
  17. Sepak Takraw
  18. Futsal
  19. Paskibra
  20. Tenis Meja
  21. Tae Kwon Do
  22. Tata Boga
  23. Bahasa Jepang
  24. English Club
  25. Seni Lukis
  26. Teater
  27. Seni Musik
  28. Merajut
  29. Klub Akuntansi
  30. Ilmu Komputer
  31. Desain Web
  32. Panahan

 

 

Kegiatan untuk ekstrakurikuler diperkenalkan kepada peserta didik baru lewat PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) untuk memilih ekstrakuriker sesuai dengan bakat dan minat jenis ekstrakurikuler yang tersedia, Peserta didik yang menekuni suatu kegiatan ekstrakurikuler diharapkan mengembangkan kemampuan atau keterampilan yang dimilikinya sehingga bisa berkompetisi dan berprestasi di bidangnya.

 Demikian paparan pembinaan kesiswaan secara umum yang dilaksanakan di SMA MTA Surakarta. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kami untuk bisa melaksanakan kegiatan secara baik, dan meridhoi yang kita kerjakan.  


Download
-

Komentar (0)


Tulis Komentar

Your Name*

Your Email*

Your Message*

Related Articles