Memilih Teman=Memilih Masa Depan

Memilih Teman = Memilih Masa Depan

Bu Hariyah

Percayakah Kalian bahwa masa depan dapat ditentukan oleh siapa teman akrab kita?”Tentu banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Bahkan, banyak yang menyangsikan. Jika kalian termasuk orang yang ragu, maka hadis di  bawah ini akan mematahkan keraguan anda selama ini. Rasul SAW bersabda:

المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخلله. رواه أحمد

 

“Seorang itu akan mengikuti agama temannya, maka hendaklah kamu melihat dengan siapa dia bersahabat “. HR Ahmad.

Hadis di atas menunjukkan jika kita ingin mengetahui bagaimana tabiat seseorang maka kita cukup melihat siapa teman dekatnya dan siapa teman bergaulnya.

Memilih teman sama artinya dengan memilih masa depan. Memilih teman sama artinya dengan memilih perilaku. Memilih teman sama artinya dengan memilih kualitas ilmu. Selain itu, yang lebih ekstrem memilih teman sama artinya memilih surga dan neraka seperti firman Allah SWT.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا(29)

 

Dan Ingatlah pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua jarinya (menyesali perbuatannya) seraya berkata: “Wahai,sekiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul (27), Wahai, celaka aku sekiranya dulu aku tidak mengambil si fulan itu teman akrab(ku) (28). Sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang padaku, dan syetan memang penghianat manusia (29).” (Alfurqaan:27-29).

Tabiat  seseorang   diambil dari tabiat orang lain. Telah terbukti bahwa pengaruh teman yang berakhlak buruk lebih berpengaruh daripada teman yang berakhlak baik. Sering kita lihat menularnya penyakit merokok, narkoba, dari pecandu kepada  orang yang tidak pernah merokok dan jarang kita lihat orang pecandu rokok tertular oleh orang yang tidak merokok kemudian dia sadar dan berhenti. Selain itu, hobi seseorang juga akan berpengaruh terhadap teman dekatnya. Jika teman kita suka membaca buku maka kita akan ikut-ikutan suka membaca. Jika teman kita suka pada sebuah grup musik, dipastikan kita akan ikut-ikutan menyukai grup musik yang sama. Jika teman kita suka bergaul bebas, kita pun akan ikut terseret di dalamnya. Perlu diwaspadai apabila pengaruh teman tidak membawa kebaikan dan sudah menjauhkan kita dari akhlak terpuji, maka kita harus segera meninggalkan pertemanan. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin bermasa depan cerah, berperilaku menawan, memiliki ilmu, berwawasan luas, dan ingin masuk surga, maka ia harus pandai memilih teman.

Begitu besarnya pengaruh teman terhadap seseorang sehingga kita perlu selektif dalam memilih teman. Jika memilih teman yang malas maka kita akan sulit mengembangkan kemampuan kita dalam segala hal. Begitu pun jika kita bergaul dengan orang yang buruk akhlaknya, maka sulit untuk dapat meraih kemuliaan akhlak. Tidak salah bila Ibnu Atha’ilah memberi nasihat,” Berkawan dengan seorang bodoh yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, jauh lebih baik daripada berkawan dengan orang alim yang selalu memperturutkan hawa nafsunya.”

Orang seperti apa yang layak kita jadikan teman dekat? Tentu kita harus memilih teman yang baik akhlaknya. Idealnya kita berteman dengan orang yang kualitasnya jauh lebih baik sehingga kita tidak merasa paling pintar dan paling saleh. Justru kita akan merasa paling kurang.  Saat berteman dengan orang-orang yang berkualitas, biasanya kita akan termotivasi untuk belajar dan mengejar ketertinggalan. Karena itu ada yang mengatakan kakau kita ingin menjadi ulama maka bergaulah dengan ulama; ingin menjadi pedagang maka bergaullah dengan pedagang;ingin menjadi pintar bergaullah dengan orang yang pintar.

Seiring dengan kemajuan zaman yang tidak diimbangi dengan kebaikan akhlak, masalah yang kita hadapi makin kompleks dan berat. Kita akan makin terpuruk jika tidak diimbangi dengan kualitas diri. Kita akan rugi apabila kita tidak bergaul dengan orang yang lebih baik dari kita. Ilmu, wawasan, pengalaman, dan semangat baru tidak akan kita dapatkan. Sangat celaka pula apabila semakin hari kita menjauh dan memusuhi orang-orang baik yang selalu menasihati kita, baik itu teman, pembina asrama, maupun guru.

Untuk itulah mari kita saling mencari teman yang baik di manapun, kapan pun, dan kondisi apa pun. Apa yang telah kita dapatkan saat pertemanan di  SMA MTA  tetap kita jaga meskipun kita tidak lagi berada di dalamnya. Kesuksesan masa depan akan ada digenggaman kita apabila kita tidak salah memilih-milih teman. Tentunya, kesuksesan dunia dan akhirat. Akhirnya, tetaplah seperti tanaman, yang selalu mencari cahaya matahari di manapun berada.

Leave a Reply